Halaman

Jumat, April 22, 2011

Deja vu

Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.

Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa déjà vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?



Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif

Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.



Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.

Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.

Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.



Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium

Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.

Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.

LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.



Sumber:

Some Imagination! How Memory Fails Us – LiveScience

Patients Suffer Deja Vu… Over and Over – LiveScience

Blind Man Has Deja Vu, Busting a Myth – LiveScience

Origin of Deja Vu Pinpointed – LiveScience

Entri Wikipedia Mengenai Deja Vu (lihat juga beberapa tautan yang diberikan di sana untuk bacaan lebih lanjut)

Kamis, April 21, 2011

SIMFONI HITAM (cerpen ICIL)

Title :SIMFONI HITAM

Genre : Drama Romantic
Theme song : Simfoni Hitam – Sherina

‘Malam sunyi ku impikanmu, kulukiskan kita bersama, namun slalu aku bertanya, adakah aku dimimpi mu ?? ‘
“Arghh..” ,Sivia mengerang terbangun dari tidurnya, lalu duduk di tepi tempat tidurnya, diliriknya jam di atas meja, baru menunjukan pukul 2 pagi. Sivia terus memikirkan mimpinya akhir-akhir ini, Sivia terus memimpikan Alvin, cowok punjaan hatinya.

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

‘Dihatiku terukir namamu, cinta rindu beradu satu, namun slalu aku bertanya, adakah aku di hatimu ?’
Pagi ini Sivia udah duduk manis di bangkunya, mengerjakan setumpuk PR matematika dari pak Duta, seluruh soal matematika itu memenuhi setiap sudut otaknya, tak hanya Via, semua anak di kelas sivia mengerjakan tugas yang seharusnya di kerjakan di rumah.
Bel masuk berbunyi, semua anak merapikan buku mereka, pak Duta masuk ke kelas, Pelajaran di mulai dengan mambahas PR.
Sivia terus memandang kelas alvin yang berada di lantai dua di sebrang kelasnya, saking asyiknya dia tidak sadar bahwa ini sudah giliranya maju menuliskan jawaban di papan tulis .
“Siv, udah giliran lo !” Ify menyenggol sivia di sampingnya, tapi sivia nggak nyadar juga, “SIVIIIIAAAAA” kor anak-anak satu kelas, sivia yang baru sadar maju ke depan menuliskan jawabannya.
Setelah selesai sivia kembali duduk di bangkunya.
Bel ganti pelajaran berbunyi mengusir pak duta keluar dari kelas, Sekarang pelajaran Biologi Bu. Ucie, tapi bu Ucie nggak ada, anak-anak cewe langsung menggerombol pada ngegossip, marn HP , deelel, anak laki-laki pada men bola di kelas .( ckckck)
Sivia tidak mengikuti kelakuan sohib-sohibnya, diaa kembali memandangi kelas alvin, dan tepat alvin keluar dari kelasnya, lalu memandang kelas sivia dari atas, lalu buang muka, tapi tetap bediri di tempatnya, Sivia merasakan senyumnya mengembang, pipinya pun memerah.
‘hmm, andai lo pacar gw, pasti gw bahagia, andai lo tau gw cinta ama lo dan lo bales cinta gw, tapi apa mungkin ? gak mungkin lo kan punya shilla!’ batin sivia lemas, putus asa, sivia melengos, alvin udah pergi dari tempatnya tadi gak tau kemana.

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

‘Bila saja kau di sisiku, kan ku beri kau sgalanya, namun tak henti aku bertanya, adakah aku di mimpimu ?’
Siang pulang sekolah ini panas banget, cukup buat sivia gosong kalo kelamaan di lapangan, tapi dia sempetin dulu berhenti di lapangan buat liat alvin maen basket, lagi enak-enak nonton shilla dateng, alvin langsung merain tasnya dan langsung cabut bareng shilla.
Sivia dan ify berjalan di belakang alvin dan shilla, sebenernya sivia sakit hati, tapi masa’ mau ngelabrak si Shilla , dengan alasan apa ??
“shill, ntar beli es krim dulu di ice room (ngarang) yuk ? aku pengen banget nih” kata alvin
“aduhhh,, viiinnn.. ntar kalo toko bukunya tutup gimana ? aku mau dapet nilai berapa ??” tolak Shilla.
“tapi ini kan baru jam 2, tokonya tutup jam 5 kan ?? masih ada waktu “ alvin ngotot. Sivia dan Ify sengaja (??) nguping pembicaraan alvin shilla.
“kan harus milih-milih juga “
“ya udah deh, “ alvin menyerah.
Sivia Cuma bisa heran, segitu tegakah shilla ? Cuma beli ES KRIM woiii..!!! kagak ada 15 menit, (harus tega di suruh penulis soalnya -__-) , Sivia kembali hanya bisa berkata dalam hati :
“Andai lo pacar gue vin, Cuma beli es krim ?? nonton bola di afrika dulu gue temenin “
* * *
‘Tlah kunyanyikan alunan-alunan senduku, tlah ku bisikan cerita-cerita gelapku, tlah ku abaikan ambisiku, tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu’
Sebenarnya sivia suka sama alvin udah lama, tapi baru 3 bulan ini dia bisa smsan sama alvin, sivia seneng banget walaupun di sekolah mereka gak pernah saling sapa sedikitpun, sivia banyak cerita ke alvin tentang maslah-masalahnya semacam curhat gitu, tiap hari mereka smsan terus, tpi semenjak alvin jadian ama shilla mereka jarang smsan, katanya shilla cemburuan, makanya alvin gak berani sms.
Sivia udah pernah cerita ke alvin tipe cowoknya, dan dia juga cerita udah berkali-kali nolak cowo, karena gak ada yang sesuai type. Via berharap Alvin sadar dia cerita biar Alvin tau via suka sama alvin, tapi alvin gak sadar juga.
***
‘tak bisakah kau sedikit saja dengar aku ? dengar simfoniku, simfoni hanya untukmu ‘
Sivia lagi tiduran sambil pasang i-pod , dia muter kagunya ‘sherina-Simfoni Hitam’ , pas banget sama perasaannya sekarang, dia pengen alvin dengerin dia sekali aja, biar alvin tau Sivia cinta ama dia, pengen rasanya sivia ngasih tau alvin.
Drrt...drrt...drrt... HP sivia bunyi , 1 new massage ‘ALVIN’

From : Alvin
Semua.. gue uda putus ama shilla.

Sivia terkrjut , kemudian dengan cepat membalas pesan alvin.

To : Alvin
Kok bisa ??kenapa ??

From : Alvin
Shilla tuh gak bisa ngertiin gue, egois banget.

From : Sivia
Sabar aja, semua uda di atur , pasti lo bakal dapet penggantinya.

Alvin tersenyum membaca pesan balasan Sivia, lalu membalasnya.

From : Alvin
OK, trims ya vi ;-)

Sivia bener-bener seneng denger berita alvin putus sama shilla , (tpi anak2 alshillovato enggak T_T) .seenggaknya alvin bisa smsan lagi ama dia, tanpa ada larangan.
***
‘Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu’

Hati sivia emang udah lega alvin putus sama shilla, tapi kabarnya hari ini alvin gak masuk , sakit, sivia tau dari sohibnya yang sekelas sama alvin, si agni. Agni juga tau kalo via suka sama alvin.
Malemnya sivia sms alvin

To: Alvin
vin, kenapa gak masuk ? sakit ya ?

From : Alvin
Iya, baru nyampe dari RS.

To : Alvin
Oh, gimana hasilnya ?? sakit apa ??

From : Alvin
Tapi lo bisa jaga rahasia kan ??

To : Alvin
Bisa,
Tapi kenapa pake rahasia segala

From : Alvin
Gue gak mau anak-anak tau , kalo gue di vonis kanker otak , uda stadium 4, gue gak mau mereka khawatir.

Deg, !! sivia kaget, awalnya sivia mengira alvin hanya bercanda.

To : Alvin
Jangan bercanda vin, gak lucu..

From : Alvin
Sumpah vi, sekarang harusnya gue di rawat di rumah sakit, tapi gw nolak.percuma umur gue gak bakal lama.

BRAKKK...!!! BB sivia terjatuh, bukunya yang sedari tadi di bawanya juga jatuh, Sivia tak mengira alvin yang tampak kuat dan gagah di luar terkena kanker otak. (gak boleh ya ??)

To : Alvin
Jangan gitu sabar, pasti ada jalan.
Vin gue boleh jujur ??

From : Alvin
Boleh, jujur Lebih baik !!!

Sivia menggigit bibir, ia ragu untuk menekan tombol OK untuk mengirim pesan balasan pada alvin, tapi dengan ragu dia tekan juga.

To : Alvin
Gue cinta mati ama lo vin, jujur gue takut kehilangan lo, mungkin gue lancang tapi anggap itu isi hati gue.

From : Alvin
Lo gak lancang vi, lebih baik gue tau sebelum gue pergi. Kalo boleh jujur gue juga cinta sama lo vi, Cuma gue gak mau aja jadian sama lo, gue takut lo nolak gue, gue takut sakit ati, dan gue takut ntar lo juga bakal sakit hati.

To : Alvin
Ok, thanks ya vin :D , uda mau bales cinta gue.

From : Alvin
Welcome.
Siv, besok pulang dari RS gue pengen kita ketemu di taman kota, jam 10 pagi , lo bisa kan ??

To : Alvin
Bisa , besok kan hari minggu, gue gak ada acara.

From : Alvin
Thakns ya vi. :D

Wajah sivia kembali bersinar, meski air mata terus menetes di pipinya, rntah apa yang dirasa senang, sedih, haru semua tercampur.

~skip time~
Pagi ini sivia siap dengan dress putih , dengan motif bunga-bunga warna hitam, dan bando hitam, di padu dengan sneakers shoes hitam tampak cantik (menurut penulis). Ia memandangi pantulan dirinya di kaca lalu bergegas.

@taman kota

“hy vin?? Udah lama ??” sapa sivia.
“hy, belum kok ,cari duduk yuk ??”.
Hari ini alvin menggunakan kemeja putih di padu jeans dan sepatu nike putih, tampak gagah , walau wajahnya tampak pucat.
Setelah menemukan tempat duduk yang cocok , mereka segera duduk, alvin meraih tangan sivia , dan menggenggamnya erat. Sivia speechlees.
“vi, aku sayang kamu, aku ingin kamu selalu inget aku, walau kit gak mungkin bersama !!” air mata sivia perlahan menetes mendengar pernyatan alvin tadi.
“vin, hiks aku gak mau kamu pergi. Aku ingin kamu terus temenin aku, kamu gak boleh pergi !! “ ( entah kenapa penulis ngakak+terharu ngetik yang ini)
“maaf vi, ini takdir, oh iya vi, aku Cuma bisa ngasih ini ke kamu !!” alvin menyerahkan sebuah sapu tangan berwarna biru muda bertuliskan ‘AS’
“makasih aku pasti bakal kangen kamu vin “ sivia menghapus air matanya, alvin menarik (??) kepala sivia ke bahunya. (so sweatt, penulis mau)
“kalo kangen kamu elus aja sapu tangan itu, aku bakal selalu ada buat kamu, selalu di hatimu “ Alvin memeluk sivia dan langsung pergi tanpa mengucap apapun.

~skip time~ (lagi,lagi,lagi)

Pagi ini sivia berjalan menyusuri koridor sekolahnya dengan malas-malasan, hari senin waktunya upacara. Waktu via masuk ke kelas bel udah bunyi, ify langsung narik via ke lapangan.acara demi acara dalam upacara terlewati, sampailah sekarang amanat kepala sekolah, semua peserta dalam posisi istirahat di tempat.
“anak-anak pagi ini saya membawa berita duka, pagi ini sekitar pukul 6 pagi tadi , kita kehilangan murid, teman , adik atau kakak kelas kita tercinta alvin jonathan dari kelas x.7, karena kanker otak, marilah kita berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing berdoa , mulai.
Namun, semua murid tidak ikut berdoa tetapi menangis sejadi-jadinya terutama fans-fans alvin, sivia pun juga, kepalanya terasa pening dan ... BRUKKK !!! sivia pingsan.
‘sivia kamu harus kuat, jangan peduliin aku, kalau kamu kangen aku ada di hati kamu ‘ kata-kata itu terus terngiang di telinga sivia setelah sadar dari mimpinya saat pingsan, kini ia kehilangan alvin, tapi dia harus kuat dan yakin akan temukan penggantinya.

Madiun, 28 Februari 2011 , 21:00